React
Kenapa React?

Kenapa React? (Bye DOM Manual) 👋

Jujur, lo capek kan nulis document.createElement, innerText, appendChild berkali-kali cuma buat bikin satu tombol?

Itu namanya Imperative Programming (Lo suruh langkah per langkah kayak kuli). React pake gaya Declarative Programming (Lo pesen hasil akhirnya kayak bos, React yang kerjain).

Analogi Restoran 🍳

  • DOM Manual (JS Biasa): Lo masuk dapur, potong bawang sendiri, nyalain kompor sendiri, masak nasi sendiri, taruh di piring sendiri. Ribet, lama, dan rawan salah garem.
  • React: Lo duduk manis, panggil pelayan: "Mbak, pesen Nasi Goreng satu." Lo gak peduli gimana cara masaknya, yang penting Nasi Goreng dateng di meja.

Perbandingan Kodingan

Coba liat bedanya, kita mau bikin tombol merah yang kalau diklik muncul alert.

Cara Lama (DOM JS Biasa) 😫

Lo harus manual banget ngurusin elemennya.

const btn = document.createElement("button");
btn.className = "btn-merah";
btn.innerText = "Klik Saya";
btn.addEventListener("click", () => alert("Dor!"));
 
// Masukin ke body (jangan lupa ini, kalau lupa gak muncul)
document.body.appendChild(btn);

Cara Modern (React) 😎

Lo cuma tulis apa yang lo mau (mirip HTML).

<button className="btn-merah" onClick={() => alert("Dor!")}>
  Klik Saya
</button>

Kesimpulan

React itu ibarat "Mandor Proyek". Lo gak perlu lagi kotor-kotoran ngurusin semen dan batu bata (DOM API). Lo cukup kasih gambar desainnya (JSX), biarin React yang bangun gedungnya buat lo.

⚛️

Fakta: React menggunakan sesuatu yang disebut Virtual DOM. Dia ngecek bagian mana yang berubah, dan cuma ngupdate bagian itu aja. Makanya React itu Cepat.